PEDULI FAKTA

Twitter @PeduliFakta

SEKILAS TENTANG HENDROPRIYONO "PENCIPTA" JOKOWI

SEKILAS TENTANG HENDROPRIYONO "PENCIPTA" JOKOWI

::BONGKAR::

1. Eng ing eeeng ... Siapa sajakah orang2 sekeliling Jokowi? Apa tujuan mereka? Dimana mereka sekarang? Mari kita bahas satu persatu

2. Orang pertama yang "menemukan" Jokowi namanya hendropriono. Kader utama LB Moerdani, Terduga otak pelaku pembunuhan Munir aktivis HAM

3. Hendro juga adalah terduga pencipta, perekayasa serangkaian kegiatan "terorisme" di Indonesia sewaktu menjabat kepala BIN

4. Hendro bermaksud menumpang agenda AS yang sedang melancarkan perang global terhadap terorisme paska pemboman WTC 11/09/01

5. Tujuannya, menarik perhatian AS agar masuk ke Indonesia, kemudian membantu agenda pribadi hendropriyono jadi presiden RI

6. Hendro berharap AS berutang budi atas jasa2 hendro yang "membantu" dalam memenangkan perang menumpas teroris di Indonesia

7. Modusnya, dengan memberikan "legitimasi dan bukti" bhw pengakuan Hambali ( teroris yg ditahan AS di Guantanamo) adalah benar

8. Hambali atas tekanan penyiksaan ala waterboard di penjara Guantanamo akhirnya mengaku pernah 1X kunjungi Ust Abubakar Baasyir di Ngruki

9. Meski Hambali bilang kunjungannya temui Baasyir ke Pesantren Ngruki hnya 1 kali dan tdk bahas apapun, apalagi terorisme, AS tetap waspada

10. Perhatian AS terhadap pesantren ngruki solo, dimanfaatkan Hendro dgn merekayasa serangkaian gerakan terorisme di indonesia, bom meledak

11. Bom meledak dimana2, Bom bali I (12/10/2), Bom BEJ, Bom Kedubes Australia, dan Bom Bali II. Hendro beri stigma RI negara teroris

12. Awalnya, rencana busuk keji hendro sukses. AS, Barat dan Australia setujui perangi terorisme di Indonesia. Solo jadi pusat medan perang

13. Solo dijadikan pusat medan perang terorisme di Indonesia, gara2 Hendro. Orang yg dijadikan Ka BIN oleh Presiden Mega, khianati negara RI

14. Hendopriono adalah kader utama Moerdani. Terkenal sbg ANTI ISLAM, meski Hendro bernama asli abdul mahmud hendropriono, haji lagi !

15. Sebelum jadi master of terrorist Indonesia, hendro bersma 1 batalion pasukannya sukses membantai mati 246 umat islam jamaah warsidi

16. Sebanyak 246 umat islam sedang shalat subuh dibantai Kolonel hendro Danrem Garuda Hitam Lampung atas tuduhan Makar ! Gile lue Ndro !

17. Dalam rangka menjadikan Solo dan Pesantren Ngruki sbg pusat medan perang terorisme (abal2) di Indonesia, Hendro butuh bantuan walikota

18. Meski akhirnya rekayasa Hendro pada "perang terorisme di RI" tercium oleh CIA, FBI dan LSM2 AS, Hendro jalan terus. Join dgn Australia

19. AS yang dikadalin Hendro terkait isu terorisme tdk mau bantu Hendro, AS malah dukung SBY jadi presiden pada 2004 lalu. Hendro marah !

20. Hendro lalu bekerja sama dgn teman2 dan yunior2nya seperti Luhut dan Dai Bachtiar. Mereka dorong bentuk Densus 88, dgn bantuan Aussie

21. Sumber Daya di TNI sdh tdk bisa diharapkan lagi utk "perangi terorisme (palsu)", Hendro tunggangi Polri Cs > Densus 88. Australia bantu

22. Australia mau bantu "perang terorisme" RI krna tekanan politik dalam negeri mereka yg bgtu kuat, apalagi 88 WN aussie mati di BOM BALI I

23. Rakyat Aussie menjadi takut dan anggap terorisme Indonesia sbg ancaman bagi keamanan nasional. Aussie terpaksa rekrut Hendropriono

24. Hendroprioyono jadi agen pemerintah Aussie via ASIS (lembaga intelijen australia). Hendro dipasok uang, logistik, info, jaringan dst

25. Tahu Ahmad Olong? Ga kenal? Kalau ahmad fathonah tahu? Nah itu tahanan LP Berramah Australia yg dibebaskan Hendro dan "ditanam" di PKS

26. Siapa lagi binaan Hendro yg ditanam di PKS? Jangan kaget.. A**** ! Apakah A*****  masih jadi agen Hendro atau tdk, tanya sendiri

27. Jadi, Hendropriono adalah agen pemerintah australia, lihat bgmn hendro selalu bela pemerintah australia dlm setiap isu politik/teroris

28. Hendropriono perwira intelijen yang dibina kader moerdan utk menghancurkan islam di Indonesia : Talangsari, Bom bali I, Bali II, PKS dst

29. Mengenai Talangsari Lampung, silahkan baca >> "HENDROPRIYONO, JENDERAL JAGAL RATUSAN WARGA TALANGSARI http://t.co/UH67VAkfrj

30. Talangsari, Munir, Bom Bali I, II, Bom Kedubes australia, Bom JW Marriot, kerusuhan2 di RI, Ahmad Fatonah dst.. Peran sentral hendro

30. Talangsari, Munir, Bom Bali I, II, BEJ, Kedubes australia, JW Marriot, kerusuhan2, penculikan, Fatonah dst..Peran sentral hendro usut

31. Usut peran sentral hendro pada semua peristiwa yang memfitnah islam, bongkar kaitannya dgn luhut, Jokowi dan sejumlah jendral. Adili

32. Jokowi ditemukan Hendro, dibina sejak Jokowi jadi walikota Solo, lalu dialihkan ke Luhut, pura2 buat PT Rakabu bersama. Join thn 2008

33. Sdh saatnya kebenaran diungkap, apalagi Hendro sdh menuduh Prabowo, korban fitnahnya& genknya, sebagai psikopat. Hukum harus ditegakkan

34. Hendropriono, Luhut, Ansyori, Sumardi, zaenal abidin & jendral2 binaan MOERDANI SANGAT TAKUT jika Prabowo jadi presiden. Habis mereka !

35. Anda tahu siapa sekretaris Timses Jokowi? Namanya DR Andi Widjajanto. Siapa dia ? Anak Mayjen Theo Sjafei, jendral kesyangan Moerdani

36. Ingatkah anda siapa Jend Theo Sjafei ayah kandung Andi Widjajanto? Dia pernah menghina Islam dan Quran. Mau tahu sejarahnya? Nih ..

37. Theo Sjafei, kader emas Moerdani, ayah Andi Widjajanto, sekretaris timses Jokowi, penghina Islam & Quran http://t.co/zz6FvySPZH

38. Terjawab knpa semua jenderal pengkhianat negara, pembenci islam, tukang adu domba, perekayasa teroris, pembunuh aktivis mendukung Jokowi

39. Krna hendroprioyono sdh sebut Prabowo psikopat, skrg mari kita buktikan siapa sesungguhnya yg psikopat? Siapa yg jadi Musuh Rakyat ?

40. Itulah seklias tentang Hendropriono mantan Ka BIN yg jadi "pencipta Jokowi pertama kali", perekayasa terorisme, pembantai umat Islam RI

41. Nanti kita bahas Luhut Panjaitan & Andi Widjajanto sekretaris timses Jokowi, anak Theo Sjafie kader LB Moerdani, penghina Islam & Quran

42. Gunakan akal hati, jgn pernah mau diperdaya para setan durjana. Mereka pakai wajah seribu rupa, tapi kami selalu tahu krn kami tahu hehe..

43. Jangan lupa bantu bebaskan abu bakar baasyir korban kejahatan .antek asing AS dan AUS yg di kendarai juga hendropiyono...

44. Waspadalah...tetap waspada jangan salah tetapkan pilihan anda dalam pilpres kali ini...KASIH MANDAT PADA ORANG YG TEPAT DENGAN JABATAN YG TEPAT PULA...Terima kasih.

Selamatkan Indonesia...

Sebarkaan !!
2014

Menjawab logika liberalis tentang ''Agama Warisan"

Menjawab logika liberalis tentang ''Agama Warisan"

Merespon tulisan ANF
Quote: "Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak."
==========>
Orang yang lahir dari keluarga Muslim juga tidak ada jaminan istiqamah sampai mati, banyak yang murtad karena berbagai sebab. Termasuk murtad tanpa sadar karena tidak bangga dengan agamanya sendiri, atau merasa malu/inferior atas ajaran Islam, bahkan bersikap sok kafir.
Quote: "Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan."
==========>
Gembong Atheis, Richard Dawkins berkata: "Gen-gen memang membentuk kita, tapi tidak menentukan kita"
Pembentuk paling mendasar spesies manusia adalah gennya, hal-hal yang selain itu bisa diubah sesuka hatinya. Bahkan gen sebetulnya pun bisa berubah dengan adanya mutasi, sayangnya belum ada mutasi terkendali yang bisa memastikan sifat menguntungkan saja.
Jadi, kewarganegaraan bisa berubah dengan naturalisasi, misalnya Greg Nwokolo dan Christian Gonzales dahulu bukan WNI, tapi sekarang beliau berdua adalah WNI dan sudah bela timnas.
Sayangnya, meski Greg dan Gonzales tidak pernah korupsi, keduanya tidak mungkin jadi presiden. Pasalnya dalam pasal 6 UUD amandemen memberi syarat, Capres-Cawapres harus WNI sejak orok/bayi merah. Kasihan gak mereka?
Sedangkan nama pemberian orang tua itu bisa diubah, tinggal diurus di Catatan Sipil.
Adapun soal agama, sudah disebutkan bahwa selain banyak orang murtad, juga banyak yang menjadi mualaf. Setiap orang punya akal dan hawa nafsu, mau memilih mana. Ikut Islam sampai mati atau pilih kekafiran.
Yang bisanya cuma ngikut orang tuanya itu ya bayi, atau anak yang belum baligh. Apa kamu mau bilang bahwa semua orang masih seperti bocah?
Ajaran Islam tentang anak kecil pun sangat bijak, yaitu sesuai fitrahnya. Jadi, biarpun ada anak orang kafir (non-Muslim), lalu meninggal saat kecil, dia tetap bisa masuk surga.
Lain dengan yang sudah dewasa, lewat akal normal dan kesadarannya, maka semua perbuatannya harus dipertanggung jawabkan.
Quote: "Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara."
==========>
Kalau dengan orang yang lahir dari orang tua pengikut teroris IS*S (ideologi teroris) atau pemberontak separatis bagaimana? Pernah bersitegang gak nduk dengan mereka? Atau kamu tetap "merangkul" hangat mereka. Kan katanya tiap orang sekedar "terima warisan"?
#mikir
Quote: "Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita. Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri."
==========>
Konflik itu muncul bukan sebatas alasan SARA, tapi karena berbagai faktor yang tidak diketahui. Sebelum kamu lahir pun gen kamu berlomba dengan jutaan gen saudaramu (sel sperma). Akhirnya kamu menang dan mereka semua mati.
Dalam Islam yang ditekankan adalah sikap adil dan membela kebenaran dari berbagai kezhaliman. Karena di dunia ini tempatnya konflik. Sehingga perjuangan menegakkan keadilan adalah perjuangan seumur hidup. Inilah esensi Islam. Cuma orang bodoh yang bilang ini sebagai jalan salah.
Justru dalam Islam, mati membela hal-hal duniawi termasuk perkara ashobiyah, matinya mati jahiliyah.
Quote: "Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka. Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka. Ternyata, Teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya. Mereka mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata. Maka, Bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas seperti itu, padahal tak akan ada titik temu."
==========>
Saya juga sering merenung mengapa non-Muslim masuk neraka. Jawabannya sederhana, karena mereka kufur terhadap ajaran Islam. Namun mereka memiliki kesempatan sampai ruhnya dicabut di batang leher untuk mengakui Allah.
Di lain sisi, yang Muslim pun punya peluang serupa untuk murtad karena godaan setan, pindah keyakinan atau hal-hal duniawi lain.
Agama itu ibarat sebuah kumpulan gagasan yang diyakini, sehingga pasti saling bersaing.
Ideologi-ideologi sekuler juga bersaing. Separatisme pun bersaing dengan negara. Kaum revolusionis terus bergerak menyiapkan apa yang mereka yakini ideal. Parpol bersaing cari muka merebut pemilih saat pemilu/pilkada, sampai bentrok dan ada yang mati.
Dan jangan lupakan tadi, jutaan gen saudaramu (dalam sel sperma) mati karena kalah bersaing.
Ingin meniadakan persaingan, berarti otomatis memunculkan konflik baru. Karena kamu harus memaksa mereka turut memimpikan utopiamu dengan membuang nilai aslinya.
Qoute: Jalaluddin Rumi mengatakan, "Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh."
==========>
Saya tidak tahu konteks kalimat yang dipotong ini. Apakah Rumi berbicara tentang khilafiyah di internal umat Islam dalam memahami Al-Qur'an dan Hadits (kebenaran dari Tuhan), atau untuk kasus universal (semua manusia dan ideologinya).
Jika konteks perkataan Rumi bermaksud pada khilafiyah internal Muslim. Maka kalimat itu tidak nyambung dengan penggiringan opini di tulisanmu nduk.
Lalu jika konteksnya ternyata kasus universal, maka kalimat Rumi tidak rasional. Ingat ya, di seluruh dunia ini banyak keyakinan, ideologi dan gaya hidup.
Ada yang menyembah pohon karena mengklaim tuhan "nongkrong" di situ. Ada yang Komunis, ada yang hedonis, ada yang boros merusak bumi, ada pelacur, pezinah, teroris dan lain-lain.
Apa mau kamu bilang mereka semua "mewarisi" pecahan kebenaran dari Tuhan?
Quote: "Salah satu karakteristik umat beragama memang saling mengklaim kebenaran agamanya. Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja "iman"..."
==========>
Kalau pembuktian fisika adanya Tuhan itu memang tak mungkin, karena fisika adalah ilmu untuk mengobservasi makhluk ciptaan Tuhan.
Tapi, penerapan agama sebagai ilmu ada di dunia nyata. Banyak sekali metode pembuktian dan teori untuk mendukung kebenaran sebuah agama. Misalnya ilmu Hadits dan ushul fiqh.
Hukum syariat juga membutuhkan penelitian di dunia nyata agar bisa mengatasi berbagai masalah sosial. Jadi ada ajaran dasar yang diimani, sementara penerapannya membutuhkan ilmu.
Kamu kira sains tidak diawali dari dogma mendasar yang jadi pijakannya?
Quote "Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali mencoba jadi Tuhan. Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba."
==========>
Kalau pernyataanmu itu dibalik gini gimana nduk:
"Manusia memang berhak menyampaikan hukum/UU negara, tapi jangan sesekali mencoba jadi negara. Usah melabeli orang penjahat, koruptor, separatis, pemberontak, teroris, anti kebhinekaan, intoleran sebab kita pun masih coba jadi WNI yang baik"
Jadinya ketahuan kan gimana ga rasionalnya pernyataan kayak gitu? Karena definisi kesalahan bisa mengacu ke hukum negara. Jika hukumnya jelas, maka boleh saja melabeli.
Adapun melabeli orang sebagai kafir (orang yang ingkar pada Islam) dan akan masuk ke neraka itu domain hukum Islam yang sudah jelas diturunkan dalam Qur'an dan Hadits. Yang tidak boleh adalah mengkafirkan seorang Muslim. Dan "memuslimkan" orang kafir.
Masak bukan Islam disuruh sholat dan puasa? Dikubur dikafani? Ada-ada Gajah....
Quote: "Latar belakang dari semua perselisihan adalah karena masing-masing warisan mengklaim, 'Golonganku adalah yang terbaik karena Tuhan sendiri yang mengatakannya'. Lantas, pertanyaan saya adalah kalau bukan Tuhan, siapa lagi yang menciptakan para Muslim, Yahudi, Nasrani, Buddha, Hindu, bahkan ateis dan memelihara mereka semua sampai hari ini?"
==========>
Ini bukti kalau kamu tidak paham penciptaan Tuhan. Yang diciptakan-Nya adalah semua hal.
Apa yang pasti terjadi (qadar) dan semua kemungkinan/cara yang bisa terjadi (qadha), telah ditentukan-Nya.
Inilah bijaknya Tuhan, tiap orang bisa memilih (karena semua kemungkinan sudah disiapkan), sehingga ia bertanggung jawab atas pilihannya.
Apa kamu mau bilang teroris IS*S, PKI, maling, koruptor, pemerkosa, begal, dkk itu ada karena "dipelihara" oleh Tuhan. Lalu Tuhan disalahkan?
Yang begitu adalah pemikiran kaum jabariyah.
Adanya agama-agama selain Islam itu ada di ranah kehidupan sosial dan jadi persaingan. Dalam kacamata Islam, mereka tetap salah. Tapi dalam ranah muamalah, kita harus berbuat adil pada mereka.
Quote: "Tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan. Jika Dia mau, Dia bisa saja menjadikan kita semua sama. Serupa. Seagama. Sebangsa.
Tapi tidak, kan?"
==========>
Apa kamu mau bilang teroris IS*S, PKI, maling, koruptor, pemerkosa, begal, dkk itu ada karena "dipelihara" oleh Tuhan?
Bukan saya mau menyamakan kelompok-kelompok ini dengan agama, tapi ini kritikan atas pemahaman salahmu tentang penciptaan Tuhan.
Ada, dan tercipta, itu bukan berarti benar atau diridhoi oleh-Nya.
Quote: "Apakah jika suatu negara dihuni oleh rakyat dengan agama yang sama, hal itu akan menjamin kerukunan? Tidak!
Nyatanya, beberapa negara masih rusuh juga padahal agama rakyatnya sama.
==========>
Di Indonesia, sama-sama Pancasilais, sering rusuh ketika politik, pemilu dll. Apa kamu mau bilang Pancasila tidak bisa meredam konflik?
Sekali lagi jangan menyederhanakan konflik dengan mengkambing hitamkan agama. Penyebab konflik itu rumit, bisa rezim kejam, settingan, adu domba, rebutan perempuan, persaingan tanah subur, penjajahan, pendudukan, sengketa bisnis dll.
Quote: "Sebab, jangan heran ketika sentimen mayoritas vs. minoritas masih berkuasa, maka sisi kemanusiaan kita mendadak hilang entah kemana."
==========>
Sentimen mayoritas vs minoritas di Indonesia itu cuma pseudo konflik, yang dibuat oleh kelompok tertentu agar "menggambarkan dirinya terzhalimi".
Sikap yang benar adalah, agar mencegah konflik negara harus adil. Sehingga mayoritas diberi amanah untuk melindungi, sementara minoritas diberi amanah untuk menjaga rasa menghormati.
Quote: "Bayangkan juga seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia kita."
==========>
Banyak yang menafsirkan sila-sila Pancasila itu sesuai dengan ajaran Islam, sampai dicocok-cocokkan dengan ayat Al-Qur'an, dan yang melakukannya termasuk sejumlah pejabat negara, apa mau kamu bilang mereka akan menghancurkan NKRI?
Saya sarankan kamu baca lagi sejarah pembentukan negara. Kelompok Islam sudah ngalah demi alasan "maslahat lebih besar".
Coba cari pendapat MUI tentang dasar negara, yaitu sebuah "perjanjian". Karena bersifat perjanjian, maka di konsepnya harus ada yang bisa diterima oleh orang Islam.
Kalau tafsiran perjanjiannya digeser-geser menjadi sekuler, alias tidak bisa diterima kelompok Islam, maka itulah si tukang perusak ketenangan.
Quote: "Karena itulah yang digunakan negara dalam mengambil kebijakan dalam bidang politik, hukum, atau kemanusiaan bukanlah Alquran, Injil, Tripitaka, Weda, atau kitab suci sebuah agama, melainkan Pancasila, Undang-Undang Dasar '45, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam perspektif Pancasila, setiap pemeluk agama bebas meyakini dan menjalankan ajaran agamanya, tapi mereka tak berhak memaksakan sudut pandang dan ajaran agamanya untuk ditempatkan sebagai tolok ukur penilaian terhadap pemeluk agama lain. Hanya karena merasa paling benar, umat agama A tidak berhak mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan."
==========>
Boleh saja agama mengintervensi kebijakan negara, ini dijamin sejak NKRI berdiri. Misalnya menuntut membasmi kemaksiatan dan perzinahan, serta aturan ketertiban beribadah oleh negara.
Terlebih, hukum sipil yang dipakai masih berasal dari warisan penjajah Belanda. Dimana yang dianggap berzinah adalah perselingkuhan. Suka sama suka dianggap bukan perzinahan. Pelacur dan homo pun tidak ada hukumnya.
Dulu pornografi tidak melanggar hukum sebelum UU anti Pornografi.
Maka, aspirasi apapun itu hak setiap golongan, yang penting diperjuangkan secara fair.
Kalau umat Islam menuntut negara mengadopsi hukum pidana baru sesuai syariat, maka ini hak yang dilindungi secara demokratis. Seandainya nih, hukum qisas pembunuhan (yang terbukti adil) diadopsi dalam hukum pidana, lalu disetujui oleh non-Muslim setelah perdebatan sengit untuk diyakinkan. Kamu siapa melarang-larang?
Masak hukum warisan Belanda dianggap "menyatukan NKRI", lalu hukum Islam dari Allah langsung dituduh menghancurkan kedamaian?
#mikir
Quote: "Suatu hari di masa depan, kita akan menceritakan pada anak cucu kita betapa negara ini nyaris tercerai-berai bukan karena bom, senjata, peluru, atau rudal, tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan bahkan meributkan warisan masing-masing di media sosial."
==========>
Yang sangat mengancam negara ini adalah orang-orang sekuler yang berambisi menendang pengaruh agama dari negara. Membentur-benturkan mayoritas dengan minoritas. Melarang-larang aspirasi umat Islam dengan alasan "bahayakan keutuhan negara", padahal ini negara berdemokrasi.
"Ketika negara lain sudah pergi ke bulan atau merancang teknologi yang memajukan peradaban, kita masih sibuk meributkan soal warisan."
==========>
Memangnya manfaat apa setelah sampai ke Bulan? Ada gitu SDA yang bisa ditambang dari Bulan untuk mengganti biaya ekonomi yang habis dipakai untuk misi?
AS saja sudah enggan meluncurkan misi ke Bulan, malah lebih memilih misi perang ke Irak yang kaya minyak dan Afghanistan yang kaya tambang Lithium.
FTNAH UMAT ISLAM DI NEGERI INI

FTNAH UMAT ISLAM DI NEGERI INI

Mau menuntut keadilan dibilang MAKAR

Memberantas kemaksiatan dibilang ANARKIS DAN RADIKAL

Pakai kaos bertuliskan lafadz Tauhid dicurigai anggota ISIS

Ngadain pengajian malah dibubarin dituduh ANTI PANCASILA DAN BHINEKA TUNGGAL IKA

Mengajak memilih pemimpin MUSLIM dibilang SARA, JANGAN BAWA BAWA AGAMA dan RASIS

Mengingatkan untuk tidak mengikuti ritual agama lain dibilang INTOLERAN

Kita ini seperti digiring untuk takut meyakini perintah agama, lalu mentertawakan agama sendiri, membenci ulama, hingga akhirnya benci terhadap ajaran agama Islam.

يُرِيدُونَ لِيُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٲهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ ڪَرِهَ ٱلۡكَـٰفِرُونَ
.
"Mereka hendak memadamkan cahaya [agama] Allah dengan mulut [ucapan-ucapan] mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya"
(QS Ash-Shof: 8)

Gunawan al Farizi  -

Jodoh Itu...

Jodoh Itu...

*Jodoh itu.... (baca sampai habis, biar paham)

1. Jangan menikah karena kesepian, menikah karena orang lain sudah menikah semua, tinggal kita seorang yang belum, aduhai, pernikahan itu bukan trend, yang semua orang bisa ikut-ikutan, apalagi karena nggak enak terlihat aneh sendiri. Dan terlepas dari itu, catat baik-baik, banyak orang yang setelah menikah, dia tetap merasa sepi, sendirian.

2. Jangan menikah karena alasan orang lain. Itu betul, dalam peristiwa dramatis, kita bisa segera menikah agar orang tua sempat menyaksikan sebelum meninggal, agar mereka bahagia. Tapi menikahlah karena alasan kita sendiri, jadikan itu patokan terbesar. Karena yang menjalani kehidupan berumah-tangga itu adalah kita, bukan orang lain. Dan karena, jika besok lusa pernikahan itu gagal, kita tidak menyalahkan orang lain--itu sungguh tiada manfaatnya.

3. Semua pernikahan itu punya masalah. Bohong jika ada yang bilang keluarga mereka baik-baik saja sepanjang masa. Lantas kenapa sebuah pernikahan bisa awet? Karena ada yang sabar dan mengalah. Satu-satunya bekal pernikahan yang tiada pernah kurang adalah: sabar. Punya sabar segunung, tetap kurang banyak. Punya sabar selangit, pun tetap kurang banyak. Jadi bekalnya tidak harus mobil, rumah, peralatan dapur, dsbgnya. Sekelas orang sabar saja masih membutuhkan rasa sabar ekstra.

4. Kita tidak pernah tahu siapa jodoh terbaik kita. Tidak ada alatnya, tidak ada aplikasinya, dan tidak akan ditemukan. Kita baru tahu setelah kita menjalani pernikahan tersebut. Dan rumitnya, itu juga belum cukup. Banyak yang berpisah jalan setelah sekian lama menikah. Lantas kapan dong kita baru tahu persis? Tidak ada jawabannya. Nah, dengan situasi seperti itu, jangan habiskan waktu dengan cemas apakah ini jodoh terbaik atau bukan. Jika kalian muslim, tegakkanlah shalat istikharah, dapatkan keyakinan, kemudian bismillah, jalani dengan mantap.

5. Well, tidak ada jodoh yang sempurna di dunia ini. Semua orang pasti punya kekurangan. Ada yang ganteng/cantik pol, ternyata kalau tidur ngoroknya seperti sirene. Ada yang bertanggung-jawab nan setia, ternyata pelupa, dia lupa harus menjemput istrinya di manalah. Tapi kita selalu bisa membuat yang tidak sempurna itu menjadi indah, keren, seperti pelangi, sepanjang kita bersedia menerima kekurangannya. Orang2 yang sibuk memasang kriteria sempurna bagi calon jodohnya, akan hidup sendiri hingga alien menyerang bumi.

6. Tidak ada yang tahu kapan persisnya kita akan menikah. Eh, yang masih kecentilan, manja-manja, ternyata besok sudah menikah, atau malah punya anak dua. Yang terlihat dewasa sekali, sudah siap sekali, bahkan bijak nian bicara soal menikah, ternyata bertahun-tahun tetap sendiri. Maka, saat kita tidak tahu kapan jodoh itu akan datang, fokuslah memperbaiki diri sendiri. Saat kesempatannya datang, ingatlah nasehat lama, kesempatan baik tidak datang dua kali. Tapi ketika kesempatannya lolos, gagal, juga ingatlah petuah orang tua, akan selalu ada kesempatan2 berikutnya bagi orang yang sabar.

7. Pekerjaan tetap, mapan, dan lain-lain itu jangan dijadikan syarat mutlak mencari jodoh. Itu betul, sungguh menyenangkan jika jodoh kita ternyata sudah mapan, berkecukupan. Tapi boleh jadi akan lebih spesial lagi, jika kita bersama-sama menjalani hidup sederhana, untuk kemudian menjadi lebih baik setiap harinya. Lebih baik pastikan saja, semua pihak memahami tanggungjawabnya. Misal, adalah tanggungjawab suami mencari nafkah. Boleh istri bekerja? Ikut membantu nafkah keluarga? Dikembalikan ke masing2 pasangan mau seperti apa. Tapi jelas sekali, jika istri bekerja, penghasilannya adalah milik dia--soal dia mau memberikannya ke keluarga atau tidak, itu urusan dia. Tanggungjawab mutlak tetap ada di suami. Pemahaman2 seperti ini penting loh, agar kalian laki-laki yang sekarang sibuk galau, apalagi sibuk tebar pesona, tahu persis saat menikah nanti.

8. Mencari jodoh itu tidak rumit. Ini beneran loh. Mencari jodoh itu sederhana. Kalian bisa meminta orang tua mencarikan (karena itu juga salah-satu kewajiban mereka). Juga bisa minta sahabat menjadi intel perjodohan. Jodoh itu ada di mana-mana, di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di angkutan umum saat berangkat beraktivitas, di mesjid, di komplek rumah, dll, dll. Tapi kenapa kadang terasa rumit sekali? Karena kitalah yang membuatnya rumit. Catat baik-baik, di dunia ini sudah milyaran orang pernah menikah. Milyaran pasangan. Nah, di mana rumitnya jika orang lain toh milyaran telah menikah.

9. Terakhir, kalau kalian mau belajar banyak hal tentang jodoh, maka jangan belajar dari novel2 (apalagi novel Tere Liye), dari film fiksi, dari sinetron, serial. Aduh, itu fiksi loh. Dikarang2 saja sama penulis ceritanya. Melainkan belajarlah dari orang tua di sekitar kalian. Kakek-nenek, opa-oma, mbah buyut, yang sudah menikah puluhan tahun, tapi tetap langgeng dan bahagia. Amati, pelajari, dengarkan nasehat mereka, itu penting sekali, kehidupan mereka bisa jadi contoh. Maka besok lusa saat kita menikah, mendadak muncul masalah serius, kita bisa meneladani mereka, bagaimana cara mereka mengatasi masalah. Itu selalu bisa jadi pelajaran kehidupan yang tiada ternilai.

*Tere Liye

IDEALISME HANGAT-HANGAT TAHI AYAM BANI KOTAK CS

IDEALISME HANGAT-HANGAT TAHI AYAM BANI KOTAK CS

Copas by Wendra Setiawan

Sebelum pemilihan:
Ade Armando;
"Mayoritas masyarat DKI adalah golongan masyarakat terdidik. Mereka adalah pemilih rasional. Mereka tidak akan terpengaruh oleh isu-isu agama."

Setelah pemilihan:
Ade Armando;
"57.9 persen masyarakat DKI GOBLOK semua!"
😩
Sebelum hakim memutuskan:
Abu Janda: "Semua harus menerima keputusan hakim. Kita harus belajar dewasa sebagai warga negara. Ini negara hukum, Bung!"

Setelah hakim memutuskan:
Abu Janda: "Hakim b*ngsat! Negara apa ini? Pasti hakimnya disuap! Bebaskan Ahok sekarang juga. Dia tidak bersalah. Jusuf Kalla harus mundur dari kursi Wapres!"
😥

Sebelum sidang berakhir (Demo 55)
Jelantik;
"Itu yang demo-demo tanggal cantik apa pengangguran semua ya? Seharian demo kayak orang nggak punya kerjaan. Dasar kaum radikal intoleran!"

Eh...
Dari kemarin sore hingga tadi malam, Jelantik termasuk salah satu demonstran yang menangis sambil memeluk tiang listrik di depan LP Cipinang. Membakar apa saja yang bisa dibakar, dan bersama teman-temannya berusaha merobohkan pagar bangunan LP. Dan akhirnya Ahok harus dipindahkan karena keamanannya terancam oleh pendukungnya sendiri.
***

Ade Armando, Abu Janda, dan Jelantik, adalah gambaran 42% masyarakat kita yang idealismenya bisa berubah-ubah secara drastis, tergantung mood mereka.

Perubahannya tidak lagi hitungan tahun. Idealisme mereka bisa berubah dalam hitungan detik. Mereka begitu mudah mencap orang lain yang tidak sepaham dengan mereka sebagai golongan radikal, anti Pancasila, tidak taat hukum, intoleran, dan label-label negatif lainnya. Padahal di satu sisi, mereka sendiri mempraktekkan semua secara vulgar.

Mereka juga yang dulu menangis terisak-isak ketika pemerintahan SBY menaikkan BBM bersubsidi sebesar 500 rupiah, ketika pemerintah saat itu tidak lagi mampu menanggung beban subsidi BBM akibat melonjaknya harga minyak mentah dunia. Mereka mengutuk SBY sebagai vampir penghisap darah rakyat.

Tapi ketika pemerintahan berganti, kemudian mereka berbalik menjadi golongan yang mengutuk orang-orang yang menangis ketika pemerintah menghapus hampir semua subsidi, sebagai golongan masyarakat manja dan pemalas.

Begitulah. Harap maklum. Yang waras ngalah!

Framing Media yg Gagal di Ujung Kepemimpinan yg Gagal

Framing Media yg Gagal di Ujung Kepemimpinan yg Gagal

"Kalijodo kembali dikuasai preman. Mesin parkir raib." (Trib*nnews 24/4)

Maksud hati ingin memframing opini masyarakat bahwa tanpa kepemimpinan si penista agama, maka Jakarta kembali semrawut. Sayangnya, framing ini terlalu prematur. Gubernur baru belum bekerja. Bahkan, pelantikannya saja masih 6 bulan ke depan. Artinya, kembalinya premanisme di Kalijodo misalnya seperti diberitakan, masih dalam kewajiban dan tanggung jawab gubernur yg sekarang.

Di sisi lainnya, framing ini justru menguatkan kecurigaan bahwa akan ada skenario dan rekayasa kejadian premanisme pasca lengsernya gubernur petahana sang penista agama. Akan ada segala macam daya dan upaya untuk mengganggu stabilitas daerah dan juga program pembangunannya.

Curigai munculnya tagihan janji kampanye yg juga prematur. Curigai negosiasi seorang Menteri tentang reklamasi yg juga prematur. Curigai semua yg datangnya prematur dah tiba-tiba. Kita sedang berada di sebuah kondisi yg serba terbalik sebagaimana digambarkan oleh filusuf terkenal dari Bikini Bottom University, Sponge Bob SquarePant.

lbaratnya begini, ada seorang preman kemudian diangkat menjadi petugas keamanan di sebuah komplek perumahan. Kemudian dia berseloroh, "Sejak saya menjadi petugas keamanan, komplek perumahan ini aman. Entah kalau nanti saya diberhentikan."

Dari seloroh petugas keamanan di atas, siapakah sebetulnya yg menyebabkan kondisi tidak aman di komplek perumahan itu sebelumnya? Dan siapakah tersangka kondisi tidak aman di saat yg akan datang? Kita sudah tahu bersama jawabannya, kan?

***
Wa makaru wamakarallahu Wallahu khairul makirin.

#AMl

"Anda Berbohong" Catatan Tere Liye Atas Tuduhan Terhadap Kiai Ma'ruf Amin

"Anda Berbohong" Catatan Tere Liye Atas Tuduhan Terhadap Kiai Ma'ruf Amin

"Anda Berbohong"

by Tere Liye

Saya menunggu beberapa hari hingga akhirnya menulis catatan ini. Setelah saya mendapatkan transkrip dan rekaman langsung apa yang terjadi dari sidang penistaan agama, yang berujung ancaman kepada Kiai, barulah sy confident sekali menuliskannya. Berikut saya tuliskan percakapan pada bagian yang menjadi ‘masalah serius’ itu:

“Saudara saksi, apakah pada hari Kamis, ada telepon dari Pak SBY jam 10.16 menit yang menyatakan adalah: Pertama, mohon diatur supaya Agus dan Sylvi bisa diterima di kantor PBNU. Kedua, Pak SBY minta segera dikeluarkan fatwa penistaan agama yang dilakukan terdakwa.”

Pak Kiai: “Tidak ada.”

“Sekali lagi kami tanyakan. Ada atau tidak?”

Pak Kiai: “Tidak ada.”

Clear sekali ini pertanyaan dan jawaban. Coba baca pertanyaan tersebut? Mereka sedang bluffing, menjebak Kiai dengan pertanyaan yg jelas jawabannya ‘Tidak ada’, lantas mengggoyang isunya: Kiai berbohong soal menerima telepon.

Coba baca sekali lagi, Kiai ditanya apakah SBY minta segera dikeluarkan fatwa penistaan agama? Jawabannya tidak ada. Coba kalau pertanyaan pengacara jadi begini: “Apakah Kiai menerima telepon dari SBY hari Kamis 6 Oktober 2016?” (tidak ada embel2 lain soal SBY), kalau Kiai jawabnya ‘Tidak ada’, baru bisa kena pasal berbohong. Tapi kenapa pengacara tidak bertanya lurus begitu? Mereka jagonya bikin skenario. Ini framing tingkat tinggi.

Nah, kalau yang diributkan bahwa Kiai bohong dia pernah menerima telepon SBY. Hello, situ kemana saja? 7 Oktober 2016, Pak Kiai sudah dari dulu bilang dia memang ditelepon oleh SBY, dia bilang ke wartawan. Ada beritanya di website liputan6. Semua yg baca berita itu juga sudah tahu. Sy juga bingung sekali awalnya saat mengetahui soal ini, bukankah memang itu nyatanya? Baiklah, sy menunggu

mendapatkan rekaman sidang, biar clear sekali apa sih sebenarnya yg terjadi.

Nah, sekarang yang menjadi serius adalah, pengacara menuduh Kiai berbohong atas apa dulu? Bahwa Kiai berbohong karena SBY minta dia mengeluarkan fatwa? Kalau yang ini, silahkan pengacara buktikan dengan transkrip dan rekaman dari telepon SBY ke Kiai. Maka kita akan sama2 tahu apakah Kiai berbohong atau tidak. Atau pengacara terdakwa cuma jago bluffing doang. Tapi kalau situ cuma fokus pada Kiai bohong, tidak mau mengaku soal telepon tersebut, situ sih cuma bersilat lidah. 4 bulan lalu, di berita, Kiai juga sudah bilang.

Sayangnya, jebakan betmen ini gagal total, gatot. Kenapa? Karena ada yang emosi banget. Marah2, mengancam pula. Sementara yang diancam cuma tersenyum.

Baiklah, sebagai penutup, dalam sebuah kisah, saya pernah ditanya, “Saudara Tere Liye, apakah Anda pernah menulis Hafalan Shalat Delisa yang ceritanya bersetting-kan di Kalimantan?” Maka jika saya jawab, “Tidak ada.” Lantas yang nanya ngotot, “Anda bohong, Tere Liye, Anda jelas2 menulis Hafalan Shalat Delisa.” Duuh, kalian yang pernah baca dan nonton film itu pasti tahu sekali, saya tidak sedang berbohong, bukan? Sejak jaman jebot saya juga sudah bilang, saya-lah penulis novel Hafalan Shalat Delisa. Tapi sorry, dek, kalau situ maksa bahwa settingnya di Kalimantan. Maksa banget sy harus mengakuinya. Jawabannya: Tidak.

Paham sekarang?

(Tere Liye)

NB:
*jika kalian menemukan akun medsos di luar sana yg masih cengengesan menuduh Kiai bohong, suruh dia baca postingan ini. atau minta dia cari rekaman sidang tersebut.
**silahkan repos, share, tulisan ini kemana2, tidak perlu lagi minta ijin.